Aceh Besar – Umat Islam harus senantiasa berbakti kepada kedua orang tua sebagai wujud ketaatan kepada Allah Swt. Sebab kesuksesan dan kebahagiaan yang dirasakan seseorang tidak terlepas dari pengorbanan besar orang tua di masa lalu.
“Kita bisa merasakan kebahagiaan hari ini karena kepedihan dan kesusahan yang mereka alami. Maka sudah sepatutnya kita membalas kebaikan itu dengan taat kepada Allah dan berbuat baik kepada mereka.”
Pimpinan Balai Pengajian Ruhul ‘Athiyah Kecamatan Lhoong, Tgk Irwandy Idris, menyampaikan hal itu dalam khutbah Jumat di Masjid Besar Madinatussalam Kecamatan Lhoong, 17 April 2026 bertepatan dengan 28 Syawal 1447 Hijriah.
Menurutnya, berbakti kepada orang tua bukan hanya kewajiban moral, tetapi juga bagian dari ajaran Islam yang sangat mendasar. Ia mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-Isra ayat 23 yang memerintahkan manusia untuk tidak menyembah selain Allah dan berbuat baik kepada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya.
Dari ayat tersebut, Tgk Irwandy menjelaskan dua kewajiban seorang hamba, yakni beribadah kepada Allah dan berbuat baik kepada orang tua. Ketaatan kepada Allah diwujudkan melalui pelaksanaan ibadah seperti salat lima waktu, puasa Ramadhan, menunaikan zakat, serta haji bagi yang mampu. Sekaligus menjauhi segala larangan seperti judi, mabuk, zina, dan berbagai bentuk maksiat lainnya.
Sementara itu, bentuk bakti kepada orang tua diwujudkan dengan bersikap santun, berkata lembut, dan menjauhi ucapan kasar. Ia menegaskan, orang tua telah berjasa besar sejak anak masih dalam kandungan hingga dewasa.
“Ibu mengandung selama sembilan bulan, melahirkan, menyusui, dan merawat dengan penuh kasih sayang. Ayah bekerja keras mencari nafkah dari pagi hingga malam, menghadapi berbagai kesulitan demi kebahagiaan anak-anaknya,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan, keberhasilan seseorang dalam berbagai profesi, baik sebagai ulama, dokter, guru, pejabat, bahkan pemimpin, tidak lepas dari doa dan pengorbanan orang tua.
Lebih lanjut, Tgk Irwandy mengajak umat Islam tetap berbakti meski terpisah jarak dengan orang tua, di antaranya dengan rutin mengunjungi, merawat, dan memenuhi kebutuhan mereka, terutama ketika sudah lanjut usia atau dalam kondisi sakit.
Ia mengingatkan pesan Rasulullah saw yang menyatakan bahwa siapa yang berbuat baik kepada orang tuanya, maka anak-anaknya kelak akan berbuat baik kepadanya. Sebaliknya mengabaikan orang tua dapat berbuah perlakuan serupa dari generasi berikutnya.
Selain itu, bagi orang tua yang telah wafat, ia mengimbau agar anak-anak tidak melupakan kewajiban mendoakan mereka, memohonkan ampun, dan menghadiahkan pahala dari berbagai amal kebaikan seperti sedekah, zikir, dan membaca Al-Qur’an.
“Semoga Allah Swt menjadikan kita anak-anak yang saleh, yang senantiasa berbakti kepada orang tua dan mengumpulkan kita bersama mereka dan para guru di dalam surga-Nya,” pungkas Tgk. Irwandy. (Sayed M. Husen)














