Berita  

Tokoh Akademisi di Timika Dukung Satgas Ops Damai Cartenz Jaga Stabilitas Keamanan Papua

TIMIKA — Tokoh akademisi di Timika, Mapuay Menasye Theo Afasedanja, menyatakan dukungannya terhadap upaya Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 dalam menjaga stabilitas keamanan dan menegakkan hukum di Papua. Pernyataan tersebut disampaikan di Timika, Minggu (8/2/2026), sebagai bentuk dukungan moral dari kalangan perguruan tinggi terhadap langkah aparat dalam menciptakan situasi yang aman, kondusif, dan berkelanjutan di Tanah Papua.

Dalam keterangannya, Mapuay Menasye Theo Afasedanja menegaskan bahwa stabilitas keamanan merupakan fondasi utama bagi keberlangsungan pendidikan, pembangunan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua.

“Kami dari kalangan akademisi mendukung langkah penegakan hukum yang tegas dan profesional, dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis. Keamanan yang terjaga akan membuka ruang bagi generasi muda Papua untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Menurutnya, penguatan literasi informasi menjadi tanggung jawab bersama di tengah derasnya arus komunikasi digital saat ini.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Jangan mudah terpengaruh oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya. Mari kita perkuat persaudaraan dan menjaga Papua sebagai rumah bersama,” tambahnya.

Theo turut mengapresiasi pendekatan dialogis yang selama ini dilakukan Satgas Operasi Damai Cartenz dalam membangun komunikasi dengan masyarakat serta menghormati nilai-nilai adat dan budaya setempat.

“Pendekatan yang mengedepankan dialog dan penghormatan terhadap kearifan lokal merupakan langkah yang tepat. Kami berharap Operasi Damai Cartenz terus berjalan secara profesional, transparan, dan berintegritas demi terwujudnya Papua yang aman dan damai,” katanya.

Ia menegaskan bahwa menjaga keamanan bukan semata tanggung jawab aparat, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan.

“Mari kita bersama-sama menjaga Papua tetap aman dan damai. Papua aman, Papua damai, Papua milik kita bersama,” pungkasnya.