Berita  

Tgk Asnawi Ulee Titi Harapkan Umat Islam Siap Sambut Ramadhan

Acehreportase.id|Aceh Besar — Pimpinan Dayah Miftahul Huda, Desa Paleuh Pulo, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Tgk Asnawi Ulee Titi, mengharapkan umat Islam benar-banar menyiapkan diri menyambut dan memanfaatkan bulan suci ini dengan memperbanyak ibadah, memperkuat kesabaran, dan memperluas sedekah.

Tgk Asnawi menyampaikan hal itu dalam khutbah Jumat di Masjid Jamik Buengcala Kecamatan Kuta Baro, 13 Februari 2026 atau 25 Sya’ban 1447 Hijriah. Ia menguraikan, kewajiban puasa Ramadhan ditetapkan Allah Swt pada tahun kedua Hijriah, setelah Rasulullah saw berhijrah ke Madinah. Pada tahun yang sama, Allah juga mewajibkan zakat harta dan zakat fitrah sebagai bentuk penyucian jiwa dan kepedulian sosial umat Islam.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an, ‘Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa’ (QS. Al-Baqarah: 183). Ini menunjukkan, tujuan utama puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa.

Ia menambahkan, Ramadhan merupakan bulan yang sangat agung dan penuh berkah. Mengutip hadits Rasulullah saw yang diriwayatkan dari Salman Al-Farisi, sebagaimana disebutkan Imam Al-Ghazali dalam Mukasyafah Al-Qulub, Tgk Asnawi menjelaskan, pada akhir bulan Sya’ban Rasulullah saw pernah berkhutbah menyambut Ramadhan.

Dalam khutbah tersebut, Rasulullah saw menyebut Ramadhan sebagai bulan yang di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan. Allah mewajibkan puasa di siangnya dan menganjurkan qiyamullail di malamnya.

“Amal sunnah di bulan Ramadhan nilainya seperti amal wajib di bulan lain dan satu amal wajib dilipatgandakan hingga tujuh puluh kali lipat. Ramadhan juga disebut sebagai bulan kesabaran dan balasan kesabaran adalah surga,” terang Tgk Asnawi.

Ia juga menekankan urgensi kepedulian sosial di bulan Ramadhan. Memberi makan atau sekadar seteguk air kepada orang yang berbuka puasa, akan mendapatkan pahala besar dan pengampunan dosa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut.

“Ramadhan bulan yang awalnya rahmat, pertengahannya ampunan, dan akhirnya pembebasan dari api neraka,” ujarnya.

Lebih lanjut, Tgk Asnawi menyampaikan hadits lain yang menyebutkan, pada malam pertama Ramadhan, seluruh pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup. Malaikat menyeru agar orang-orang yang mencari kebaikan segera mendekat, sementara yang berbuat maksiat diminta berhenti dan bertaubat.

“Apabila datang bulan Ramadhan, dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka, dan setan-setan dibelenggu.” (HR Imam Bukhari nomor 1899 dan HR Imam Muslim nomor 1079)

“Setiap malam di bulan Ramadhan, Allah membebaskan hamba-hamba-Nya dari api neraka. Karena itu, kita harus menyambut Ramadhan dengan rasa gembira dan penuh harapan,” katanya.

Ia menutup khutbahnya dengan mengingatkan sabda Rasulullah saw, siapa yang bergembira dengan datangnya bulan Ramadhan, maka Allah mengharamkan jasadnya dari api neraka.*