Acehreportase.id|Kota Langsa – Relawan Penanggulangan Bencana Aceh (RPBA) Perdana Rommy Saputra, menyampaikan kekecewaan terhadap kinerja Pemerintah Kota Langsa, khususnya terkait keterlambatan penyaluran bantuan sosial/kemanusiaan yang sangat dibutuhkan oleh warga Kota Langsa.
Keterlambatan ini dinilai telah menghambat pemulihan dan bahkan memperburuk kondisi hidup warga yang Kota Langsa yang terdampak. Apalagi tidak adanya posko bantuan dan penanganan musibah banjir ini. Juga mengakibatkan kenaikan harga pangan yang meroket, kurangnya suplai BBM, sembako, obat-obatan, dan makanan.
“Saya mendapatkan banyak informasi dan berbagai keluhan warga Kota Langsa atas ketidakseriusan dari lembaga pemerintah Kota Langsa terkait penanggulangan bencana tersebut. Seperti tidak adanya posko-posko bantuan kemanusian yg disiapkan pemerintah terkait penanggulangan bencana ini,” tegas Rommy
Masyarakat Kota Langsa sudah menunggu beberapa hari atas keterlambatan bantuan tersebut dan mendesak kinerja serius Pemerintah Kota Langsa agar memberikan suplai kebutuhan pokok seperti makanan, obat-obatan, dan suplai BBM.
“Kami menghimpun keluhan dan tuntutan Masyarakat Kota Langsa menyoroti bahwa keterlambatan ini tidak hanya menunjukkan kurangnya empati. Tetapi juga kegagalan sistematis dalam manajemen krisis kepemimpinan dan distribusi bantuan logistik dan sembako di tingkat Pemerintah Kota Langsa.” tegas Rommy
Dampak nyatanya adalah banyak Warga Kota Langsa yang harus berutang atau terpaksa mengorbankan kebutuhan esensial lainnya karena bantuan yang dijanjikan tak kunjung tiba. Lebih parahnya lagi harga Sembako di Kota Langsa terus naik hingga 3 kali lipat Dari harga normal.
“Warga Kota Langsa juga mempertanyakan kejelasan data, alokasi anggaran, dan koordinasi antar instansi di Pemko Langsa yang seharusnya bekerja cepat dalam situasi darurat. Pemerintah Kota Langsa jangan menganggap sepele dan penyaluran bantuan harus segera dipercepat,” tegas Rommy
Masyarakat Langsa mengingatkan bahwa kepercayaan publik adalah modal utama kepemimpinan dalam pemerintahan. Pemerintah Kota harus membuktikan bahwa mereka benar-benar hadir untuk rakyat. Bukan hanya pada saat kampanye, tetapi terutama di saat warga membutuhkan saat musibah.
Rommy menambahkan, Pemerintah Kota Langsa memberikan penjelasan yang transparan dan akuntabel mengenai alasan spesifik keterlambatan dan di mana posisi logistik bantuan saat ini. Lalu evaluasi kinerja dilakukan menyeluruh terhadap pejabat atau dinas terkait yang bertanggung jawab atas kegagalan distribusi ini, demi perbaikan tata kelola di masa mendatang.














