Berita  

Ingatkan Bahaya Rokok bagi Anak dan Bayi, Dinkes Aceh Utara Sosialisasi ke Masyarakat

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara, Jamaluddin, SKM., M.Kes,

Acehreportase.id|ACEH UTARA – Bahaya asap rokok tidak hanya mengancam orang dewasa. Anak-anak juga menjadi korban. Mereka menghirup racun yang seharusnya tidak masuk ke tubuh.

Paparan asap rokok memicu berbagai masalah kesehatan. Anak bisa mengalami infeksi telinga, gangguan paru-paru, asma, bahkan masalah perkembangan otak. Efeknya bisa ringan seperti batuk atau bersin, tapi juga bisa berat dan menetap seumur hidup.[Advetorial

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara, Jamaluddin, SKM., M.Kes, menyebutkan bahaya asap rokok tidak bisa dianggap sepele. Ia menegaskan, anak-anak yang terpapar rokok pasif sangat rentan terkena gangguan kesehatan serius.

“Asap rokok mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia. Banyak yang menyebabkan kanker dan penyakit jantung. Anak-anak yang menghirup asap itu bisa mengalami infeksi saluran pernapasan, gangguan pendengaran, sampai penurunan kecerdasan,” kata Jamaluddin, pada minggu, 20 Juli 2025.

Jamaluddin mengingatkan bahaya itu bisa dimulai sejak dalam kandungan. Ibu hamil yang terpapar asap rokok berisiko melahirkan bayi dengan berat badan rendah. Anak juga berisiko mengalami sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).

“Bayi yang menghirup asap rokok lebih berisiko mengalami SIDS. Nikotin di paru-paru bayi bisa lebih tinggi karena ukuran paru-parunya kecil. Itu sangat membahayakan,” ujarnya.

Jamaluddin juga menyinggung soal asma. Menurutnya, anak yang terpapar asap rokok akan lebih sering mengalami serangan asma yang berat. Anak-anak yang ibunya merokok saat hamil juga punya risiko tinggi mengalami mengi seumur hidup.

“Asap rokok bisa memperparah asma. Bahkan anak-anak yang tidak punya riwayat asma bisa saja mengalami gejalanya jika terus-menerus menghirup asap,” ucapnya.

Gangguan lain yang tak kalah serius adalah infeksi telinga. Asap rokok bisa menyebabkan pembengkakan pada saluran antara hidung dan telinga tengah.

Hal ini mengganggu tekanan di telinga dan menimbulkan infeksi. Jika tidak diobati, anak bisa mengalami gangguan pendengaran jangka panjang.

Selain itu, Jamaluddin menyebutkan dampak asap rokok terhadap otak anak. Anak yang rutin menghirup asap rokok memiliki risiko tinggi mengalami gangguan perkembangan kognitif. Hal ini berpengaruh pada kemampuan belajar, perilaku, hingga kesehatan mental.

“Otak anak usia dini sangat rentan terhadap racun seperti nikotin dan karbon monoksida. Jika terpapar terus-menerus, dampaknya bisa dirasakan sampai anak tumbuh dewasa,” kata Jamaluddin.

Menghadapi persoalan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara terus bergerak. Melalui puskesmas dan petugas kesehatan kecamatan, Dinkes aktif turun ke lapangan. Mereka menyosialisasikan bahaya asap rokok ke masyarakat, terutama keluarga dengan anak kecil.

“Kami tidak hanya duduk di kantor. Petugas puskesmas kami libatkan. Kami masuk ke desa-desa, mengajak orang tua menjaga anak-anak dari asap rokok,” tegas Jamaluddin.

Jamaluddin berharap kesadaran masyarakat meningkat. Ia meminta para orang tua berhenti merokok di rumah. Ia juga mendorong keluarga menciptakan ruang aman bagi tumbuh kembang anak.[Advetorial]