Acehreportase.id|Medan – Pelantikan Forum Bersama (FORBES) Relawan Aceh yang akan digelar pada Selasa malam, 21 Oktober 2025 di Anjung Mon Mata Banda Aceh.
Hal itu mendapat sambutan positif dari Pemuda Aceh dan Pengurus Relawan FORBES Riri Isthafa Najmi dan Farih Mumtaza; yang seorang mahasiswa asal Aceh yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah.
Riri Isthafa Najmi mengapresiasi dan mengucapkan selamat atas pengukuhan FORBES Relawan Aceh. Dengan adanya FORBES masyarakat Aceh semakin sejahtera dan berdampak untuk mengurangi angka kemiskinan di Aceh.
“Saya berharap organisasi FORBES ini dapat menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat Aceh. Semoga Forbes dapat menjembatani masukan, keluhan, dan problematika masyarakat dengan pemerintah Aceh, untuk membuka lapangan kerja melalui program UMKM yang berkelanjutan,” ujarnya.
Riri Isthafa Najmi yang disapa Rifan, juga mengucapkan selamat kepada pengurus Forbes Relawan Aceh yang akan dilantik.
“Selamat atas pelantikan pengurus Forbes Relawan Aceh. Semoga dapat menjalankan tugas dengan amanah dan membawa manfaat bagi masyarakat Aceh,” ujarnya.
Wabil khusus, Rifan juga mengucapkan selamat dan sukses kepada Ketua Forum Bersama (FORBES) Relawan Aceh, Sahabat Thogam.
“Selamat dan sukses, Sahabat Thogam! Semoga kepemimpinan Sahabat Thogam, FORBES dapat menjadi organisasi yang lebih baik dan dapat menampung aspirasi masyarakat Aceh dengan lebih produktif, transparan, dan efesien,” katanya.
Farih Mumtaza, seorang mahasiswa asal Aceh yang berada di Medan, Sumatera Utara berharap Bang Thogam dapat menahkodai FORBES dengan bijak dan membawa organisasi ini menuju kemajuan dan kesuksesan.
Sebagai mahasiswa Aceh yang berada di luar daerah, Mumtaza menyadari bahwa banyak masyarakat Aceh yang mencari nafkah dan menempuh pendidikan di luar daerah.
“Saya banyak bertemu orang Aceh disini dan saya pikir masyarakat Aceh di perantauan mengharapkan perhatian dari pemerintah Aceh,” katanya.
Farih Mumtaza juga mengatakan dan menegaskan bahwa sebagai mahasiswa yang berasal dari Aceh dan sedang menempuh pendidikan di luar Aceh, mereka sangat tahu bagaimana kondisi di daerah perantauan.
“Mungkin daerah itu dapat menjadi contoh bagi Aceh untuk kemajuan. Saya berharap Aceh tidak lagi berkembang, tapi Aceh menjadi provinsi yang maju,” ujarnya.
Oleh karena itu, ia sangat berharap agar mahasiswa seperti dirinya yang berada di luar daerah dapat dilibatkan dalam kebijakan mengenai Aceh ke depannya.
“Kami ingin menjadi bagian dari proses pembangunan Aceh dan membantu pemerintah dalam membuat kebijakan yang tepat,” katanya.
Ia berharap pemerintah Aceh dapat melibatkan mahasiswa Aceh yang berada di luar daerah dalam pengambilan kebijakan dan menjamin keselamatan mereka. “Kami ingin dilibatkan dalam setiap kebijakan yang berkaitan dengan Aceh, dan kami berharap pemerintah Aceh dapat membantu kami jika kami tersandung masalah di luar daerah,” tegasnya.
Dengan adanya Forbes Relawan Aceh, Farih Mumtaza berharap organisasi ini dapat menjadi wadah yang efektif untuk menyalurkan aspirasi masyarakat Aceh. Dengan kerja sama yang erat antara pemerintah dan masyarakat, Aceh dapat menjadi lebih sejahtera dan maju.














