Berita  

Dinkes Aceh Utara Ingatkan Bahaya Rokok: Picu Serangan Jantung hingga Amputasi

Samsul Bahri, Skm., MKM, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Aceh Utara

Acehreportase.id|ACEH UTARA – Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara kembali mengingatkan masyarakat tentang bahaya rokok yang bisa menyebabkan kerusakan serius pada pembuluh darah dan organ tubuh. Rokok bukan hanya memicu serangan jantung dan stroke, tapi juga berisiko menyebabkan gangren hingga amputasi.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Aceh Utara, Samsul Bahri, SKM., MKM, menegaskan bahwa efek rokok terhadap sistem peredaran darah sangat berbahaya. Ia menyampaikan bahwa nikotin dalam rokok memaksa jantung bekerja lebih keras, sementara zat kimia lain merusak pembuluh darah dari dalam.

“Merokok merupakan salah satu penyebab kematian yang dapat dicegah tertinggi di dunia. Rokok dapat menyebabkan serangan jantung, gangguan pembuluh darah tepi dan stroke karena dapat menyebabkan kerusakan terhadap pembuluh darah arteri,” kata Samsul saat ditemui di Lhoksukon, pada Kamis, 24 Juli 2025.

Ia menjelaskan, nikotin bekerja sebagai stimulan yang meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah. Pembuluh darah menjadi sempit. Tubuh lalu melepaskan kolesterol dan lemak ke dalam aliran darah. Kombinasi ini mempercepat proses pengerasan dan penyumbatan pembuluh darah.

Jika aliran darah tersumbat, sel-sel jaringan akan kehilangan pasokan oksigen dan nutrisi. Dalam beberapa menit, jaringan bisa mati. Hal ini bisa berujung pada serangan jantung, stroke, hingga kerusakan pembuluh darah tepi yang membutuhkan tindakan amputasi.

“Merokok adalah penyebab utama pada banyak kejadian kasus gangguan pada pembuluh darah arteri yang berada di perifer (ujung tepi) yang datang ke fasilitas kesehatan,” ujarnya. Ia menyebut pasien perokok sering datang dengan keluhan nyeri saat berjalan, luka yang tidak sembuh, hingga infeksi berat.

Gangguan lain akibat rokok juga mencakup disfungsi seksual dan pecahnya pembuluh darah kecil maupun besar. Semua ini, kata Samsul, adalah dampak langsung dari zat kimia dalam rokok yang merusak dinding pembuluh darah dan mempercepat proses aterosklerosis (penumpukan plak di arteri).

Namun, ia menambahkan, tubuh mulai memperbaiki diri segera setelah seseorang berhenti merokok.

“Dalam 48 jam setelah berhenti merokok, maka tekanan darah dan denyut jantung akan mulai menurun, dan temperatur dari tangan dan kaki akan mulai meningkat menuju nilai normal. Kadar karbon monoksida dalam darah akan menurun dan kadar oksigen akan naik menuju angka normal. Hal ini tentunya akan menyebabkan kemungkinan terjadinya serangan jantung menurun, ujung-ujung saraf yang rusak akan mulai memperbaiki kembali dan kemampuan dalam mengecap makanan dan mencium aroma akan meningkat,” kata Samsul.

Dalam satu tahun, fungsi paru dan sirkulasi darah akan membaik. Gejala batuk kronis, sinus yang tersumbat, serta napas pendek juga akan menurun secara signifikan.

Dinas Kesehatan Aceh Utara terus melakukan sosialisasi di berbagai kecamatan, mulai dari sekolah, gampong, hingga fasilitas kesehatan. Semua puskesmas terlibat dalam menyampaikan informasi ini kepada masyarakat, dengan pendekatan langsung di lapangan.

“Kami tidak bisa hanya menunggu masyarakat datang ke puskesmas. Petugas kami harus turun langsung ke lapangan, ke desa-desa, ke keluarga. Bahaya rokok terlalu serius untuk diabaikan,” tegas Samsul.[[Advetorial]