Acehreportase.id|ACEH UTARA – Merokok bukan hanya berdampak buruk bagi kesehatan umum. Bagi penderita diabetes, rokok memperbesar risiko komplikasi serius, bahkan bisa memicu diabetes tipe 2.
“Merokok bisa memperburuk kondisi tubuh. Dampaknya langsung terasa pada pembuluh darah, sistem saraf, dan organ vital lainnya. Penderita diabetes harus lebih waspada. Kombinasi diabetes dan rokok bisa mempercepat kerusakan tubuh,” kata Samsul Bahri, Skm., MKM, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Aceh Utara, pada Senin, 21 Juli 2025
Data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit mencatat, perokok 30 hingga 40 persen lebih berisiko terkena diabetes dibanding yang tidak merokok.
“Merokok menyebabkan sel rusak, memicu peradangan, dan memperlemah sistem kekebalan. Ini membuka jalan bagi infeksi dan memperparah komplikasi diabetes. Tidak ada manfaat dari rokok. Apalagi bagi pasien diabetes,” kata Samsul Bahri.
Menurutnya rokok menghasilkan radikal bebas yang memicu stres oksidatif. Ini memperparah kerusakan jaringan. Merokok juga mengubah profil lipid dalam darah. Akibatnya, risiko penyakit jantung, stroke, dan infeksi meningkat.
“Diabetes membuat tubuh sulit sembuh dari luka. Merokok memperburuk sirkulasi darah. Luka kecil bisa berubah jadi borok. Dalam banyak kasus, ini berakhir dengan amputasi,” ujar Samsul Bahri.
Studi tahun 2008 menunjukkan, perokok berat rentan mengalami intoleransi glukosa dan penumpukan lemak di perut. Keduanya faktor risiko diabetes. Studi lain pada 2016 menyatakan, hubungan antara merokok dan resistensi insulin belum sepenuhnya jelas. Namun para peneliti sepakat, merokok tetap memperburuk kondisi penderita diabetes.
“Penderita diabetes yang merokok lebih mudah mengalami komplikasi ginjal, jantung, gangguan penglihatan, dan kerusakan saraf. Mereka juga rentan infeksi pernapasan,” tegas Samsul Bahri.
Dinas Kesehatan Aceh Utara saat ini gencar melakukan sosialisasi bahaya merokok. Petugas kesehatan diturunkan hingga ke tingkat desa. Seluruh puskesmas juga ikut aktif dalam kampanye ini.
Sosialisasi dilakukan secara langsung melalui penyuluhan kesehatan, baik di fasilitas pelayanan maupun di tengah masyarakat. Petugas menyasar remaja, pelajar, dan kelompok rentan.
“Merokok dan diabetes itu kombinasi berbahaya. Kalau tidak dicegah sejak awal, kita akan menghadapi ledakan penyakit kronis dalam waktu dekat,” tambah Samsul Bahri.
Ia mendorong masyarakat, khususnya penderita diabetes, untuk berhenti merokok.
“Jangan tunda. Setiap batang rokok memperpendek usia dan memperparah penyakit. Berhenti merokok itu keputusan besar demi hidup yang lebih sehat,” pungkas Samsul Bahri.[Advetorial]














