Banda Aceh — Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan mengimbau masyarakat Aceh, khususnya Kabupaten Pidie, agar tetap tenang, menahan diri, dan tidak mudah terpancing emosi menyikapi insiden yang terjadi di Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh situasi yang berkembang. Percayakan penanganan ini kepada TNI dan Polri. Kami juga meminta masyarakat tidak melakukan tindakan yang dapat berujung pada pelanggaran hukum,” kata Irjen Pol. Ruddi dalam konferensi pers bersama Menko Kumham Imipas, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, Pangdam IM Brigjen TNI Mahesa Fitriadi, dan Pj. Sekda Aceh Taufik, di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Jumat, 6 November 2026..
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Aceh turut menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Abzalul Riza, warga Gampong Baro, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, dalam peristiwa yang terjadi pada Rabu, 4 November lalu. Ia mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.
Terkait kondisi para korban, Ruddi menjelaskan bahwa dirinya bersama Wakil Gubernur Aceh telah menjenguk mereka pada 5 November 2026. Sebanyak 13 orang mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis. Dari jumlah tersebut, 11 orang dirawat di RSU Tgk. Abdullah Syafi’i Beureunuen dan dua orang lainnya di RSU Tgk. Chik di Tiro Sigli.
“Dari 11 pasien yang dirawat di RSU Tgk. Abdullah Syafi’i Beureunuen, empat orang telah diperbolehkan pulang, sementara tujuh lainnya masih menjalani perawatan. Kami terus memantau perkembangan kondisi para korban dan memastikan mereka mendapatkan penanganan medis secara optimal,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ruddi menegaskan bahwa Polda Aceh terus berkoordinasi dengan TNI dalam menangani permasalahan tersebut. Dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat, seluruh langkah penanganan dilakukan secara profesional, objektif, dan transparan, serta mengedepankan pendekatan humanis sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh provokasi, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Masyarakat diminta lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi serta memastikan kebenarannya sebelum membagikannya.
Menurutnya, hal ini penting agar insiden tersebut tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mengadu domba dan mengganggu keamanan serta ketertiban di Aceh.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh masyarakat Aceh atas kepedulian dan peran aktifnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Mari kita terus merawat kebersamaan dan memperkuat sinergi agar Aceh tetap aman, damai, dan kondusif,” pungkasnya.














