Berita  

Forkopimda Aceh Ajak Masyarakat Sukseskan Muzakarah Internasional Tauhid Sufi Ke-II di Banda Aceh

BANDA ACEH, 7 Oktober 2026 – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh mengimbau seluruh masyarakat Aceh untuk menghadiri dan menyukseskan pelaksanaan Muzakarah Internasional Tauhid Sufi Ke-II yang akan berlangsung di Banda Aceh pada 9 hingga 11 Oktober 2026.

Muzakarah berskala internasional tersebut akan dipusatkan di Lapangan Taman Ratu Safiatuddin (PKA) dan Balai Meuseuraya Aceh (BMA), Banda Aceh, dengan mengusung tema “Mengangkat Ajaran Tauhid Sufi untuk Kesatuan dan Perdamaian Umat.”

Ajakan tersebut disampaikan Forkopimda Aceh usai mengikuti rapat final persiapan pelaksanaan Muzakarah Internasional Tauhid Sufi Ke-II yang berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Aceh, Banda Aceh.

Rapat tersebut dihadiri unsur Pemerintah Aceh, TNI, Polri, tokoh ulama, panitia pelaksana, serta perwakilan Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf (MPTT). Pertemuan membahas berbagai kesiapan teknis dan koordinasi lintas sektor untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, lancar, dan khidmat.

Muzakarah Internasional Tauhid Sufi Ke-II akan dipimpin langsung oleh Abuya Syekh H. Amran Waly Al-Khalidy selaku Wali Agama Aceh. Kegiatan tersebut juga akan dihadiri jajaran Forkopimda Aceh, ulama nasional, serta ulama dan tamu dari berbagai negara sahabat.

Momentum Memperkuat Persatuan dan Perdamaian

Forkopimda Aceh menilai Muzakarah Internasional Tauhid Sufi Ke-II tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, memperkokoh persatuan masyarakat, serta menyampaikan pesan perdamaian dari Aceh kepada dunia internasional.

Dalam pernyataan bersama, Forkopimda Aceh menyebut kegiatan tersebut sebagai momentum strategis untuk memperkuat identitas keislaman Aceh sebagai Serambi Mekkah.

“Muzakarah Internasional Tauhid Sufi Ke-II ini adalah momentum bersejarah untuk memperkuat identitas keislaman Aceh sebagai Serambi Mekkah. Ajaran Tauhid Sufi yang murni, yang mengajarkan cinta, adab, dan kedamaian, adalah kunci untuk memperkokoh persatuan umat dan menjaga perdamaian dunia di tengah berbagai tantangan global.”

Forkopimda Aceh juga menegaskan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut dan mengajak masyarakat dari seluruh 23 kabupaten/kota di Aceh untuk hadir, mengikuti rangkaian kegiatan, serta bersama-sama menyukseskannya.

“Kami, Forkopimda Aceh, baik Pemerintah Aceh, DPRA, Kodam Iskandar Muda, Polda Aceh, Kejaksaan Tinggi Aceh, dan seluruh unsur, memberikan dukungan penuh dan mengimbau seluruh masyarakat dari 23 kabupaten/kota untuk hadir, berzikir, dan bermuzakarah bersama.”

Kehadiran masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Muzakarah, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, memperkuat ukhuwah, serta memperdalam pemahaman keagamaan dalam suasana damai dan penuh kebersamaan.

Empat Nilai Strategis

Forkopimda Aceh memandang Muzakarah Internasional Tauhid Sufi Ke-II memiliki nilai strategis dalam konteks keagamaan, sosial, perdamaian, dan pengembangan potensi Aceh.

Pertama, Memperkuat Ukhuwah Islamiyah, dengan menyatukan masyarakat dalam bingkai tauhid dan semangat persaudaraan.

Kedua, Menjaga Perdamaian Aceh, melalui penguatan nilai-nilai tasawuf yang mengedepankan akhlak, kedamaian, kasih sayang, serta penghormatan terhadap sesama.

Ketiga, Memperkuat Syiar Islam Rahmatan Lil ‘alamin, sekaligus menunjukkan kepada masyarakat dunia bahwa Aceh memiliki tradisi Islam yang mengedepankan kedamaian, kesejukan, persatuan, dan kehidupan sosial yang harmonis.

Keempat, Mendukung Pengembangan Wisata Religi Aceh, khususnya melalui penguatan posisi Aceh sebagai salah satu pusat kajian Tauhid Sufi dan kegiatan keislaman berskala internasional.

Kehadiran ulama dari dalam dan luar negeri diharapkan menjadi ruang silaturahmi dan pertukaran pemikiran serta khazanah keislaman, sekaligus memperluas jejaring antara ulama Aceh dengan ulama dari berbagai negara.

Pengamanan dan Pelayanan Jamaah Disiapkan

Mengingat jumlah peserta dan jamaah yang diperkirakan hadir dalam jumlah besar, Forkopimda Aceh memastikan berbagai persiapan pengamanan dan pelayanan telah dilakukan.

Seluruh unsur terkait diarahkan untuk memberikan dukungan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing, terutama dalam menjaga keamanan dan ketertiban, kelancaran lalu lintas, pengaturan kawasan kegiatan, serta kenyamanan jamaah dan tamu undangan, termasuk para tamu internasional.

Koordinasi lintas sektor juga terus dilakukan untuk mengantisipasi berbagai kebutuhan selama kegiatan berlangsung. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh rangkaian Muzakarah dapat berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan khidmat.

Masyarakat juga diimbau ikut menjaga ketertiban selama kegiatan, menghormati seluruh peserta dan tamu yang hadir, serta bersama-sama menciptakan suasana yang mencerminkan karakter Aceh sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman, adat, persaudaraan, dan perdamaian.

Ajak Masyarakat Hadiri Muzakarah

Forkopimda Aceh kembali mengajak masyarakat dari seluruh 23 kabupaten/kota untuk memanfaatkan momentum tersebut dengan hadir bersama keluarga, ulama, santri, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen masyarakat lainnya.

Kehadiran masyarakat diharapkan semakin menyemarakkan pelaksanaan Muzakarah Internasional Tauhid Sufi Ke-II sekaligus menunjukkan semangat kebersamaan masyarakat Aceh dalam menyambut para ulama dan tamu dari berbagai daerah maupun negara.

“Mari kita hadiri bersama, kita ramaikan Lapangan PKA dan BMA, kita kuatkan tauhid, kita jaga persatuan.”

Pelaksanaan Muzakarah Internasional Tauhid Sufi Ke-II diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keislaman, mempererat ukhuwah, merawat perdamaian Aceh, serta membawa pesan persatuan dan kedamaian dari Aceh untuk dunia.