Berita  

Lima Keistimewaan dan Keutamaan Bulan Muharram

Aceh Besar — Bulan Muharram mempunyai keistimewaan dan keutamaan yang tidak terdapat dalam bulan lain. Pertama, diterimanya taubah Nabi Adam AS atas dosanya yang pernah dilakukannya yaitu Allah melarang memakan buah Quldi tetapi Nabi Adam memakannya hingga beliau diturunkan ke bumi tempat manusia hidup sembari bertaubat kepada Allah.

Kasubbag Tata Usaha UPTD Pengembangan dan Pemahaman Al-Qur’an Dinas Syariat Islam Aceh, Tgk. Abdul Rani Adnan, S. Sos.I, MA menyampaikan hal itu dalam khutbah Jumat di Masjid Agung Almunawwarah Kota Jantho, 18 Muharram 1448 H bertepatan 3 Juli 2026.

Ia menjelaskan keistimewaan kedua, diselamatkannya Nabi Musa dari kejaran Fir’un lalu Fiir’un ditenggelamkannya beserta pasukannya sebagai bukti Allah nampakkan kekuasaan Allah. “Hari ini jasat firum masih disimpan sebagai bukti atas azab Allah kepada orang yang membenci dakwah para Nabi,” ungkapnya.

Ketiga, diselamatkan Nabi Yunus dalam perut ikan Nun selama beberapa pekan dan kembali dimuntahkan oleh ikan tersebut masih dalam keadaan sempurna. Adapun zikir yangg selalu beliau ucapkan: Lailahailla anta subhanaka innikuntumminadhalimin.

Keempat, berlabuhnya kapal Nabi Nuh dari bukit yg tinggi hingga umatnya selamat dari air bah tersebut, sedangkan anaknya tenggelam dalam air bah. “Inilah kekuasaan Allah nampakkan kepada hambanya hingga mereka beriman kepadanya,” ujarnya.

Keistimewaan kelima, diselamatkannya Nabi Ibrahim dari kobaran api yang dibakar oleh raja Namruj raja paling zalim waktu itu. Begitu tega dengan kekuasaan yang ada tadi tangannya mereka berani membakar seorang Nabi hingga pada akhirnya Nabi Ibrahim selamat dari kobaran apa raja Namruj. Beliau selalu membaca Hasbinalahu wanikmal wakil nikmat maula wanikmal nashir.

Pada bagian lain khutbahnya, Tgk. Abdul Rani menegaskan, dalam Islam telah ditentukan 12 bulan dalam setahun. 12 bulan tersebut mempunyai keistimewaan masing-masing seperti bulan muharram yang merupakan bulan hijrahnya Nabi Muhammad Saw dari Makkah ke Madinah.

“Rasulullah berjalan melalui lereng-lereng gunung bebatuan yangg begitu tajam, panas, gersang dan padang pasir yang tandus, siang berjalan malam istirahat hingga sampai ke Madinah dengan selamat yang disambut oleh kaum Ansar bersama kaum Muhajirin yang duluan berangkat hijrah,” urainya.

Mereka menerima Nabi Saw dengan penuh haru, gembira dan bahkan ada yangg menginginkan supaya Nabi Saw istirahat dan membangun rumah di tempatnya supaya Nabi bisa menyampaikan risalahnya. Begitulah kemuliaan orang Anshar menerima Nabi beserta kaum Muhajirin lainnya.

Tgk. Abdul Rani, menyimpulkan, dari berbagai peristiwa yangg besar pada bulan Muharram dapat kita ambil pelajaran, pertama, tidak ada manusia yang tidak berdosa kecuali dosanya di ampuni oleh Allah melalui taubatan nasuha.

Kedua, kedekatan hati dan taqwa kepada Allah akan lebih cepat pertolongan Allah datang kepada siapapun termasuk para Nabi, rasul, dan kita semua. Ketiga, memperbanyak berbuat amal yang baik sebagai bekal untuk menuju alam berikutnya, barzah, akhirat, mizan, siraj, surga, serta neraka.

“Ketiga, berhati-hatilah dengan medsos yangg kadang kala serupa dengan yangg aslinya tetapi tidak sama dengan yang sesungguhnya, seperti bacaan Al-Quran kecerdasan buatan di medsos bahkan yang benar bisa salah, apalagi yangg salah pasti salah,” pungkasnya.