Berita  

Ramadhan Telah Pergi, Umat Islam Harus Tingkatkan Konsistensi Ibadah

Banda Aceh — Ramadhan telah pergi, namun semangat ibadah tidak boleh ikut berlalu. Justru di bulan Syawal ini, umat Islam harus terus meningkatkan kualitas keimanan melalui konsistensi dalam beribadah.

Imam Masjid Syekh Abdur Rauf Blang Oi Banda Aceh, Tgk Didi Wahyudi S.PdI MA, menyampaikan hal itu dalam khutbah Jumat di Masjid Taqwa Gampong Lhong Raya, Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh, Jumat (27/3/2026).

Ia menjelaskan, istiqamah atau keteguhan dalam menjalankan kebaikan menjadi kunci utama meraih ketakwaan. Mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-Ahqaf ayat 13, ia menyebutkan, orang-orang yang tetap istiqamah tidak akan merasa takut maupun bersedih hati.

Lebih lanjut, Tgk Didi Wahyudi juga mengingatkan pentingnya menjaga kontinuitas amal ibadah, meskipun dalam jumlah kecil. Ia mengutip hadis Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara terus-menerus walaupun sedikit.

Dalam praktik kehidupan sehari-hari, ia mengajak umat Islam menjaga shalat fardhu lima waktu secara berjamaah, sebagaimana kebiasaan yang telah terbangun selama Ramadhan. Selain itu, amalan sunnah seperti shalat rawatib, tahajud, witir, dhuha, serta dzikir pagi dan petang juga diharapkan tetap menjadi rutinitas.

“Masjid yang ramai di bulan Ramadhan jangan sampai kembali sepi. Jadikan rumah Allah ini tetap hidup dengan ibadah dan lantunan ayat suci Al-Qur’an,” pesan Tgk Didi Wahyudi.

Ia juga menyinggung keutamaan puasa enam hari di bulan Syawal yang memiliki pahala seperti berpuasa selama satu tahun penuh. Ia mendorong umat Islam memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai bentuk kelanjutan ibadah pasca Ramadhan.

Selain ibadah ritual, Tgk Didi Wahyudi turut menekankan keharusan menjaga kebiasaan baik dalam kehidupan sosial, seperti bersedekah, membantu fakir miskin, serta peduli terhadap anak yatim. Menurutnya, nilai-nilai kepedulian yang tumbuh selama Ramadhan harus terus dipelihara.

Tgk Didi Wahyudi menegaskan, Ramadhan merupakan bulan penuh keberkahan yang meninggalkan kesan mendalam bagi setiap muslim yang beriman dan beramal shalih.

Di akhir khutbah, ia mengajak umat Islam menjaga lisan dan perilaku, menjauhi perkataan dusta, caci maki, serta hal-hal yang tidak bermanfaat.

Kehidupan dunia hanya sementara, perjalanan menuju akhirat masih panjang dan membutuhkan bekal ketakwaan. “Semoga seluruh umat Islam mampu mempertahankan semangat ibadah dan menjadikan Ramadhan sebagai titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih bertakwa,” pungkasnya. (*)