ACEH TIMUR -Sikap pimpinan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menuai sorotan setelah Bupati, Wakil Bupati hingga Kepala BPBD disebut mengabaikan undangan sharing dan buka puasa bersama yang digagas Ketua DPP Aliansi Pers Rehab Rekon, Masri, pada Kamis (12/03/2026) di salah satu kafe di Kota Idi.
Undangan tersebut sebelumnya ditujukan kepada Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky, Wakil Bupati Aceh Timur, serta Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai bentuk upaya membuka ruang dialog antara pemerintah daerah dan insan pers yang selama ini aktif mengawal proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabanjir di wilayah tersebut.
Namun hingga acara berlangsung dan berakhir, tidak satu pun dari pejabat yang diundang terlihat hadir. Yang menjadi perhatian, ketidakhadiran tersebut juga disebut tanpa adanya konfirmasi kepada pihak penyelenggara.
Ketua DPP Aliansi Pers Rehab Rekon, Masri, menyayangkan sikap tersebut. Menurutnya, agenda tersebut bukan sekadar buka puasa bersama, melainkan ruang diskusi untuk menyampaikan berbagai persoalan pemulihan pascabencana yang masih menjadi perhatian masyarakat.
“Kegiatan ini kami rancang sebagai forum sharing antara pemerintah daerah dengan insan pers terkait perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabanjir. Sangat disayangkan Bupati, Wakil Bupati dan Kepala BPBD tidak hadir, bahkan tanpa konfirmasi,” ujar Masri.
Ia menegaskan, Aliansi Pers Rehab Rekon selama ini berperan aktif mengawal berbagai program pemulihan pascabanjir, mulai dari pembangunan hunian sementara, penyaluran bantuan, hingga transparansi penggunaan anggaran rehabilitasi.
Menurutnya, komunikasi terbuka antara pemerintah daerah dan media sangat penting agar masyarakat mendapatkan informasi yang jelas mengenai perkembangan penanganan bencana di Kabupaten Aceh Timur.
Beberapa jurnalis yang hadir dalam kegiatan tersebut juga menilai sikap tidak hadirnya para pejabat daerah tanpa konfirmasi dapat menimbulkan kesan kurangnya keterbukaan terhadap kritik maupun masukan dari publik.
Padahal, peran pers dinilai sangat penting dalam mengawal jalannya program pemerintah, terutama yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat terdampak bencana.
Meski tanpa kehadiran pejabat pemerintah daerah, kegiatan sharing dan buka puasa bersama tetap berlangsung dengan diskusi internal antar jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Pers Rehab Rekon.
Dalam diskusi tersebut, sejumlah isu terkait lambannya proses pemulihan pascabanjir di beberapa wilayah Aceh Timur kembali mengemuka dan menjadi perhatian serius para jurnalis yang selama ini aktif melakukan peliputan di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Aceh Timur maupun dari Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky terkait alasan ketidakhadiran mereka dalam agenda tersebut.
Sikap tersebut pun memantik perbincangan di kalangan insan pers, yang menilai pemerintah daerah seharusnya membuka ruang komunikasi seluas-luasnya dengan media, terlebih di tengah upaya pemulihan pascabencana yang masih membutuhkan pengawasan publik.














