Acehreportase.id|IDI RAYEUK — Banjir susulan kembali menghantui warga terdampak banjir dan longsor di wilayah pesisir Kabupaten Aceh Timur. Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut pada Kamis tengah malam, 8 Januari 2026, menambah penderitaan para korban yang masih bertahan di tenda-tenda darurat yang didirikan di sekitar bekas permukiman mereka.
Salah seorang korban, Tgk Rabo Bidari, mengungkapkan bahwa hujan lebat menyebabkan sebagian besar tenda pengungsian terendam air. Air hujan menggenangi bagian dalam tenda hingga mencapai ketinggian sekitar 50 sentimeter. Akibatnya, alas tidur berupa tikar mengapung dan tidak lagi dapat digunakan.
“Air masuk ke dalam tenda, tikar terapung semua. Anak-anak terpaksa berdiri di dalam tenda dengan badan menggigil kedinginan,” ujar Tgk Rabo Bidari, Sabtu (10/1/2026).
Ia menjelaskan, banjir susulan terjadi malam kemarin, saat warga tengah beristirahat. Kondisi gelap serta hujan yang turun deras membuat warga tidak memiliki banyak pilihan selain bertahan di dalam tenda meski air terus menggenang. Air datang secara tiba-tiba dan merendam tenda selama berjam-jam.
Dalam penuturannya, Tgk Rabo Bidari menggambarkan kepanikan warga saat air kembali masuk ke area pengungsian.
“Malam kemarin, bang, kami terkejut air datang, masuk ke dalam tenda, hujan deras sekali,” tuturnya.
Banjir susulan ini tidak hanya melanda satu titik. Berdasarkan pendataan warga, sedikitnya lima gampong di wilayah Aceh Timur di Kecamatan Pantee Bidari kembali terdampak, yakni Gampong Pante Labu, Pante Rambong, Senebok Tuha, Senebok Saboh, dan Buket Kareung. Seluruh gampong tersebut sebelumnya juga terdampak banjir dan longsor.
Hingga kini, para korban masih bertahan di tenda-tenda darurat yang dibangun secara swadaya di sekitar lokasi rumah mereka yang hanyut diterjang banjir. Keterbatasan perlengkapan, cuaca ekstrem, serta ancaman banjir susulan membuat kondisi pengungsian semakin memprihatinkan, terutama bagi anak-anak dan lansia.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan memberikan solusi nyata, khususnya penyediaan hunian sementara yang layak, aman, dan terlindung dari ancaman banjir lanjutan.
“Kami sangat berharap ada penanganan serius. Setiap hujan turun, kami selalu dihantui ketakutan,” pungkas Tgk Rabo Bidari. (RMA)














