Acehreportase.id|Bireuen — Pemuda Bireuen menyampaikan apresiasi atas kepekaan dan percepatan respons Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam menangani musibah besar banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah Aceh dan Sumatra.
Pernyataan tersebut disampaikan Muhammad Iqbal, Pemuda Bireuen, Selasa (30/12/2025).
Ia menyebutkan bahwa bencana tersebut terjadi secara meluas di sedikitnya 18 kabupaten/kota di Aceh dan wilayah Sumatra, dengan dampak kemanusiaan yang sangat serius.
“Musibah banjir bandang dan longsor ini merupakan peristiwa besar yang berdampak luas, dengan korban jiwa diperkirakan mencapai lebih dari seribuan orang, serta ribuan lainnya terdampak langsung,” ujar Iqbal dalam keterangannya.
Menurutnya, langkah cepat pemerintah pusat menunjukkan kehadiran negara dalam menjamin pemenuhan hak-hak dasar masyarakat korban bencana alam. Ia menekankan pentingnya percepatan penanganan darurat, pemulihan, serta rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Iqbal menjelaskan, kerusakan terjadi hampir di seluruh sektor vital, mulai dari fasilitas publik seperti jalan, irigasi, jembatan, saluran air, fasilitas kesehatan, sekolah, kantor pemerintahan, hingga muara sungai yang mengalami pendangkalan dan abrasi.
Selain itu, bencana tersebut juga menyebabkan kerusakan besar pada sektor ekonomi masyarakat, termasuk sawah, tambak, kapal nelayan, kendaraan roda dua dan roda empat, ternak, serta rumah warga yang rusak berat bahkan hanyut terbawa arus banjir bandang. Dampak lanjutan berupa hilangnya mata pencaharian dan lapangan kerja turut dirasakan masyarakat, baik di wilayah darat, kebun, maupun ladang.
Ia berharap Satgas Khusus yang diperintahkan Presiden RI dapat bekerja secara maksimal dan terkoordinasi dalam menangani dampak bencana yang disebutnya sebagai peristiwa bersejarah bagi Aceh dan Sumatra.
“Semoga seluruh upaya pemulihan ini membawa manfaat nyata bagi masyarakat korban, dengan pertolongan dan rahmat Allah SWT,” tutupnya.














