Berita  

Dinkes Aceh Utara Ingatkan Bahaya Rokok: Picu Kanker Termasuk Kanker Serviks

Samsul Bahri, Skm., MKM, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Aceh Utara

Acehreportase.id|ACEH UTARA – Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara kembali mengingatkan masyarakat tentang bahaya rokok. Rokok bukan hanya merusak paru-paru dan jantung, tetapi juga bisa memicu berbagai jenis kanker.

Di antaranya kanker paru-paru, kanker mulut, kanker kandung kemih, kanker kerongkongan, hingga kanker ginjal.

Namun, masih banyak yang belum menyadari bahwa kebiasaan merokok juga berkaitan dengan risiko kanker serviks. Kanker ini menyerang leher rahim, bagian bawah dari rahim yang menghubungkan dengan vagina. Penyakit ini menjadi penyebab kematian tertinggi pada perempuan, terutama di negara berkembang.

Samsul Bahri, Skm., MKM, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Aceh Utara, menegaskan rokok memperbesar risiko munculnya sel kanker di tubuh, termasuk di leher rahim perempuan.

Samsul Bahri menyebutkan, bahaya rokok bukan hanya pada perokok aktif, tetapi juga berdampak luas terhadap kondisi kekebalan tubuh yang menurun akibat zat kimia dalam rokok.

“Rokok itu racun. Tidak ada satu pun organ tubuh yang tidak terkena dampaknya. Paru-paru rusak, pembuluh darah menyempit, jantung bekerja lebih berat. Belum lagi risiko kanker yang terus mengintai, termasuk kanker serviks pada perempuan,” ujar Samsul Bahri, pada Rabu, 23 Juli 2025.

Ia menjelaskan, kanker serviks terjadi akibat infeksi virus HPV. Virus ini menyebabkan pertumbuhan sel yang tidak normal pada leher rahim. Jika tidak terdeteksi sejak dini, sel-sel ini akan berkembang menjadi tumor ganas. Virus ini umumnya menyebar melalui hubungan seksual. Namun, kontak kulit dengan bagian tubuh yang terinfeksi juga dapat menularkan virus.

Zat berbahaya dari rokok memperlemah daya tahan tubuh, sehingga perempuan lebih mudah terinfeksi HPV. Dalam jangka panjang, kondisi ini mempercepat pembentukan sel kanker. Bahaya ini akan semakin meningkat bila merokok menjadi kebiasaan jangka panjang.

Gejala awal kanker serviks sering tidak disadari. Banyak penderita baru menyadari saat sudah masuk stadium lanjut. Oleh karena itu, skrining melalui pap smear sangat penting dilakukan secara berkala.

Samsul Bahri mengatakan, perempuan yang merokok memiliki risiko dua kali lebih besar terkena kanker serviks dibandingkan yang tidak merokok. Zat dalam rokok mempercepat kerusakan jaringan dan membuat sel-sel abnormal berkembang tanpa kendali.

“Perempuan yang merokok dua kali lebih berisiko terkena kanker serviks dibandingkan yang tidak merokok. Ini fakta medis, bukan asumsi,” kata Samsul Bahri.

Dinas Kesehatan Aceh Utara kini aktif menyampaikan edukasi kepada masyarakat. Seluruh puskesmas di Aceh Utara dilibatkan untuk menyosialisasikan bahaya rokok, termasuk risikonya terhadap perempuan. Petugas kesehatan turun langsung ke desa, mendatangi kelompok masyarakat, dan memberi penyuluhan tentang pentingnya deteksi dini.

“Kami tidak tinggal diam. Petugas kami turun langsung. Semua puskesmas di Aceh Utara bergerak menyampaikan informasi tentang bahaya rokok. Termasuk risikonya terhadap kanker serviks,” ujar Samsul Bahri.

Ia juga mengimbau perempuan usia subur untuk tidak mengabaikan keluhan yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi. Pemeriksaan pap smear disediakan di puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya untuk deteksi dini.

“Kalau sudah muncul gejala, sering kali sudah masuk stadium lanjut. Lebih baik periksa lebih awal. Dan yang terpenting, berhenti merokok. Tidak hanya untuk laki-laki, perempuan perokok juga punya risiko yang sama besar, bahkan lebih,” pungkas Samsul Bahri.[Advetorial]