Berita  

Bahaya Rokok Bagi Ibu Hamil, Dinkes Aceh Utara Gencar Sosialisasi

FOTO:Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara, Jamaluddin, SKM., M.Kes,

Acehreportase.id|ACEH UTARA – Paparan asap rokok bagi ibu hamil bukan sekadar gangguan ringan. Ini ancaman nyata yang bisa membahayakan keselamatan ibu dan janin. Risiko tetap tinggi meski ibu tidak merokok, namun tinggal bersama perokok aktif di lingkungan rumah.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara, Jamaluddin, SKM., M.Kes, menjelaskan asap rokok mengandung ribuan zat kimia berbahaya. Jika terhirup ibu hamil, dampaknya bisa fatal.

“Asap rokok mengandung ribuan zat beracun. Jika terhirup oleh ibu hamil, risikonya sangat besar. Bisa menyebabkan keguguran, janin meninggal dalam kandungan, bayi lahir prematur, berat badan lahir rendah, plasenta lepas sebelum waktunya, hingga risiko cacat lahir dan gangguan tumbuh kembang,” kata Jamaluddin, pada sabtu, 19 Juli 2025.

Ia menyebutkan rokok pasif punya bahaya yang sama dengan perokok aktif. Asap yang beredar di dalam rumah bisa masuk ke saluran pernapasan ibu dan memengaruhi pasokan oksigen ke janin.

“Rokok pasif juga sama bahayanya. Asapnya bisa merusak oksigen dalam darah ibu dan janin,” ujar Jamaluddin.

Karena itu, Jamaluddin mengingatkan pentingnya upaya pencegahan di lingkungan keluarga. Ibu hamil harus menghindari tempat-tempat penuh asap rokok. Anggota keluarga, terutama suami, diminta berhenti merokok selama masa kehamilan.

“Ibu hamil harus menjauhi lingkungan yang penuh asap rokok. Ajak pasangan berhenti merokok demi keselamatan ibu dan bayi. Edukasi keluarga tentang bahaya rokok selama kehamilan sangat penting,” katanya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara tidak tinggal diam. Lewat program penyuluhan, Dinkes terus mengedukasi masyarakat soal bahaya rokok, khususnya bagi kelompok rentan seperti ibu hamil dan anak-anak. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin di puskesmas, posyandu, dan kegiatan masyarakat lainnya.

Petugas kesehatan di kecamatan juga dilibatkan. Mereka turun langsung ke desa-desa, menyampaikan informasi kesehatan dan mendorong masyarakat membentuk rumah tangga bebas asap rokok.

Menurut catatan Dinas Kesehatan, masih banyak masyarakat di pedesaan yang belum menyadari bahaya asap rokok terhadap ibu hamil. Oleh karena itu, edukasi langsung dinilai lebih efektif ketimbang hanya sebatas kampanye media.

“Kami terus turun ke masyarakat. Petugas puskesmas dan bidan desa aktif menyampaikan pesan kesehatan ini. Kami ingin semua keluarga sadar bahwa merokok di rumah sama saja membahayakan istri dan anak,” kata Jamaluddin.

Jamaluddin juga mengaku banyak tantangan di lapangan. Masih banyak pria dewasa masih menganggap merokok di rumah sebagai kebiasaan biasa. Padahal, dampaknya bisa berkepanjangan terhadap generasi berikutnya.

Dinkes Aceh Utara berharap kampanye ini tidak sekadar menjadi seremonial. Pemerintah daerah diminta ikut mendorong regulasi yang membatasi kebiasaan merokok di ruang publik dan fasilitas pelayanan kesehatan. Edukasi di tingkat keluarga harus diperkuat, agar kesadaran bahaya asap rokok benar-benar tumbuh dari rumah.[Advetorial]