Berita  

22 Mahasiswa STIK-PTIK Lemdiklat Polri Laksanakan Pengabdian Masyarakat di Aceh Utara

Acehreportase.id|LHOKSUKON – Sebanyak 22 orang mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK)–Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Lemdiklat Polri Angkatan ke-83 Widya Parama Satwika Tahun Akademik 2025/2026 ditugaskan ke wilayah Kabupaten Aceh Utara dalam rangka melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Kedatangan para mahasiswa tersebut disambut langsung oleh Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto, S.H., M.H., bersama para Pejabat Utama Polres Aceh Utara pada Selasa (10/2/2026).

Dalam sambutannya, Kapolres Aceh Utara memaparkan secara komprehensif mengenai situasi kamtibmas serta karakteristik wilayah hukum Polres Aceh Utara. Penjelasan tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman dan referensi bagi para mahasiswa dalam memahami dinamika sosial, geografis, serta potensi kerawanan yang ada di tengah masyarakat.

AKBP Trie Aprianto menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa STIK-PTIK merupakan suatu kehormatan sekaligus kebanggaan bagi Polres Aceh Utara. Menurutnya, Polres Aceh Utara siap menjadi ruang pembelajaran, pengkajian, dan pengembangan ilmu kepolisian bagi para peserta didik dalam mengimplementasikan teori yang telah diperoleh selama pendidikan.

“Momentum ini bukan hanya menjadi bagian dari proses akademik, tetapi juga bentuk nyata pengabdian Polri kepada masyarakat melalui pendekatan ilmiah dan humanis,” ujarnya.

Sementara itu, Perwira Pendamping mahasiswa PTIK, Kombes Pol. Didit Bambang Wibowo S., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini akan berlangsung selama tiga minggu ke depan. Fokus utama kegiatan adalah rekonsiliasi dan pemulihan pascabencana alam, sebagai bentuk kontribusi nyata Polri dalam membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana.

Ia menyebutkan bahwa program yang dilaksanakan mencakup mitigasi secara fisik maupun nonfisik. Mitigasi fisik meliputi dukungan terhadap sarana dan prasarana yang terdampak, sementara mitigasi nonfisik dilakukan melalui pendekatan kemanusiaan seperti trauma healing serta penguatan ketahanan psikologis masyarakat.

“Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu memperkuat peran Polri dalam upaya mitigasi bencana, baik melalui pendekatan struktural maupun pendekatan kemanusiaan,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihaknya berharap pelaksanaan kegiatan ini dapat berjalan optimal melalui kolaborasi dan sinergi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen yang terlibat dalam proses pemulihan pascabencana.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi bagian dari kurikulum pendidikan STIK-PTIK Lemdiklat Polri yang bertujuan membentuk perwira Polri yang profesional, berintegritas, serta memiliki sensitivitas sosial tinggi dalam menjawab berbagai tantangan tugas di tengah masyarakat.

Dengan kehadiran para mahasiswa STIK-PTIK di Aceh Utara, diharapkan terbangun sinergitas yang semakin kuat antara dunia pendidikan kepolisian dan praktik nyata di lapangan, guna mewujudkan Polri yang Presisi serta semakin dekat dengan masyarakat.